Berita Pilihan

Suka Duka Keliling Dunia Dari 3 Bule Austria di Banyuwangi

3 bule menjelajah dunia dengan truk caravan (Ardian Fanani/detikTravel)

Banyuwangi – Tidak banyak orang keliling dunia naik mobil karavan. Namun 1 keluarga dari Austria melakukannya dan mampir ke Indonesia. Inilah suka duka petualangan mereka.

Leander, Maria dan anak semata wayang mereka, Lennox dari Austria berkeliling dunia dengan tujuan akhir ke Selandia Baru. Mereka sedang mampir di Indonesia dan sangat menikmati perjalanan ini dengan gembira.

“Saya lebih mengenal budaya masing-masing negara. Menyapa masyarakat sekitar dan menyentuh adat mereka sangat fantastis,” ujar Maria, kepada detikTravel di Banyuwangi, Selasa (24/4/2018).

Diakui Maria, duka dari perjalanan jauh dan membutuhkan waktu yang panjang ini adalah rasa bosan. Apalagi hingga saat ini dirinya dan keluarga kecilnya ini sudah meninggalkan kampung halamannya satu tahun setengah. Namun hal itu diakui menjadi tantangan tersendiri.

Foto: (Ardian Fanani/detikTravel)

“Bosan pasti. Tapi pengalaman baru kami bertemu dengan masyarakat dan ke tempat wisata lebih fantastis. Saya membunuh bosan itu dengan mempelajari kebudayaan dan tradisi mereka,” tambahnya.


“Memasak adalah hal yang bisa membunuh bosan. Kita selalu masak sendiri. Beli di pasar dan dimasak di mobil. Kadang juga kita mencicipi masakan dari negara yang kita kunjungi,” tambahnya.

Sementara itu, Leander menambahkan, di setiap perjalanan dirinya mengemudi sekitar 6 sampai 10 jam. Lantaran hobinya berkendara, dirinya tak merasakan bosan.

Foto: (Ardian Fanani/detikTravel)

Mereka mengendarai Mercedes Benz LA911B buatan tahun 1977. Mereka sudah menyinggahi 23 negara, 3 benua dengan menempuh jarak hingga saat ini 50 ribu kilometer. Mereka menamakan tim kecil mereka sebagai Akela dengan logo serigala.

“Kami senang. Kami tidak melulu berkendara saja. Kami juga berhenti di suatu tempat lapang dan menikmati keindahan dan udara masing-masing negara,” tambahnya.

Foto: (Ardian Fanani/detikTravel)

Selama dalam perjalanan, mereka merasakan keramahan warga sekitar. Dirinya merasa beruntung bisa diberi kesempatan berkeliling dunia dengan menggunakan truk yang dimodifikasi menjadi karavan ini.

“Bertemu dengan orang yang ramah. Itu yang membuat kita senang dalam perjalanan ini. Tak ada yang jahat sama kita,” pungkasnya.

Foto: (Ardian Fanani/detikTravel)

Penulis: Ardian Fanani (Redaksi Travel)
Sumber: detikTravel

Comments
To Top