Berita Pilihan

5 Pernyataan CEO Facebook Menjawab Kebocoran Data

AMERIKA SERIKAT – CEO Facebook Mark Zuckerberg memberikan keterangan di hadapan sidang parlemen Amerika Serikat selama dua hari, yaitu pada Selasa, 10 April 2018 dan Rabu, 11 April 2018. Zuckerberg menjawab beragam pertanyaan para senator.

Pemuda jenius keturunan Yahudi itu menjawab soal kebocoran jutaan data pengguna Facebook. NET.Z pada Kamis, 12 April 2018 merangkum lima pernyataan Zuckerberg soal bocornya data di pelantar media sosial buatannya itu.

1. Minta Maaf

CEO Facebook Mark Zuckerberg saat memberikan keterangan di parlemen AS, Rabu, 11 April 2018. (APTN)

Zuckeberg berkali-kali di hadapan anggota parlemen AS meminta maaf atas kebocoran data jutaan penggunanya. Dia mengaku bertanggung jawab atas hal itu.

“Kami tidak mengambil suatu pandangan yang luas tentang tanggung jawab kami, itu satu kesalahan besar,” ujarnya, Selasa, 10 April 2018. “Dan ini salah saya. Saya mendirikan Facebook dan mengacaukan apa yang terjadi di sana.”

2. Tidak Menjual Data ke Pengiklan

Eskpresi wajah CEO Facebook Mark Zuckerberg di hadapan parlemen AS, Selasa, 10 April 2018. (APTN)

Pria berusia 33 tahun itu mengklaim tidak menjual data penggunanya kepada pengiklan. Facebook, kata Zuckerberg, mempunyai cara khusus ketika menjajakan platformnya itu ke pihak iklan.


“Ini sebenarnya salah satu bagian terpenting dari cara kerja Facebook,” ujar Zuckerberg. “Kami tidak menjual data. Pengiklan tidak mendapatkan akses data individual.”

3. Cambridge Analytica

Facebook CEO Mark Zuckerberg is seen through reflective glass as he sits in the office of Senator Bill Nelson (D-FL) while he waits for a meeting in the Hart Senate Office Building in Washington, U.S., April 9, 2018. REUTERS/Leah Millis TPX IMAGES OF THE DAY *** Local Caption *** CEO Facebook Mark Zuckerberg terlihat melalui kaca reflektif saat ia duduk di kantor Senator Bill Nelson (D-FL) saat ia menunggu untuk bertemu di Hart Senate Office Building di Washington, Amerika Serikat, Senin (9/4). ANTARA FOTO/REUTERS/Leah Millis/cfo/18

Zuckerberg dalam kesempatan itu mengaku datanya dicuri dan digunakan secara tidak wajar oleh konsultan politik Cambridge Analytica. Sayangnya, dia tidak menjelaskan rincian lebih lanjut soal itu.

Namun menurut dia, kebocoran data yang diduga disalahgunakan oleh Cambridge Analytica terjadi sekitar tahun 2013. Pada saat itu, peneliti dari Universitas Cambdrige Aleksandr Kogan membuat aplikasi personalisasi kuis di Facebook.

Dari aplikasi itu, kata Zuckeberg, Kogan menyebarkan ke 300 ribu teman-temannya. Aplikasi itu ternyata bisa menyedot data dari pengguna yang ikut kuis.

Karena sudah terdeteksi berbahaya, Facebook pada tahun 2014 menyetop pengoperasian aplikasi itu. “Kami mengubah platform menjadi terbatas atas aplikasi apapun yang dapat menyedot data pengguna Facebook,” uja dia.

4. Bantahan Propaganda Asing

(ADAGE)

Senator Kamala Harris mempertanyakan soal pundi-pundi yang didapatkan Facebook dari propaganda asing di Facebook. Pertanyaan itu secara tersirat menyinggung soal dugaan adanya keterlibatan propaganda Rusia dalam pemilihan Presiden AS tahuun 2016.

“Berapa banyak pendapatan yang didapat Facebook dari keterlibatan pengguna yang dihasilkan dari propaganda asing?” ujar Harris.

Zuckeberg menjawab pertanyaan itu dengan lugas. “Internet Research Agency, perusahaan Rusia memasang iklan dengan nilai US$ 100 ribu. Tapi saya tidak bisa mengidentifikasi semua aktor asing yang terlibat dalam propaganda ini.”

5. Berjanji Akan Melakukan Perbaikan

CEO Facebook Mark Zuckerberg. (AP)

Zuckerberg berjanji akan melakukan perbaikan di media sosial yang dibuatnya. Dia merasa harus bertanggung jawab atas kebocoran data yang terjadi.

Salah satu hal yang akan dilakukannya untuk mencegah terjadi kebocoran data pengguna adalah menghentikan kerja sama pembuatan aplikasi tambahan di Facebook. Dia juga akan menciptakan teknologi baru mencegah kebocoran data.

APTN

 

Editor : Reza Aditya

Sumber: netz.id

Comments
To Top
WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com