Berita Pilihan

Tempat Duduk Bos Facebook di Senat AS Jadi Bahan Ejekan Netizen

Washington DC – Ada hal yang menarik saat bos Facebook, Mark Zuckerberg bersaksi di depan 44 Senator Amerika Serikat (AS). Tempat duduk yang dipakai Zuckerberg menyita perhatian pers dan netizen. Kenapa?

Seperti dilansir news.com.au, Rabu (11/4/2018), Zuckerberg yang tampil rapi dengan setelan jas dan dasi warna biru ternyata menggunakan alas duduk yang membuat posisi duduknya lebih tinggi saat menghadapi 44 Senator AS.

Zuckerberg terlihat memakai alas duduk saat ditanyai oleh para Senator AS (Zach Gibson/Getty Images/AFP)

Selama 5 jam duduk di atas kursi dengan alas duduk itu, Zuckerberg ditanyai berbagai hal terkait bocornya 87 juta data pelanggan Facebook. Keberadaan alas duduk atau booster seat ini menjadi sorotan media juga publik. Banyak foto Zuckerberg saat duduk dengan alas duduk itu diunggah ke media sosial.

Media AS, New York Post, melaporkan bahwa media lokal The Washingtonian merupakan yang pertama menyadari keberadaan alas duduk itu. Via Twitter, The Washingtonian memposting foto alas duduk setebal 4 inch atau 10 cm itu sambil memberi komentar.

Baca:  Uang Jutaan Rupiah Kena Jambret, Tapi Warga Kota Malang Justru Ketawa, Si Jambret Gigit Jari

“Kursi Mark Zuckerberg di Capitol Hill memiliki alas duduk tambahan yang besar dan bagus,” kicau The Washingtonian via Twitternya.


Ejekan pun sempat muncul di Twitter terkait alas duduk Zuckerberg itu. “Apakah itu booster seat versi miliarder,” kicau salah satu pengguna Twitter, merujuk pada alas duduk bayi di mobil.

Tempat Duduk Bos Facebook di Senat AS Jadi Bahan Ejekan Netizen

“Bertanya-tanya apakah mereka juga memberinya krayon dan buku mewarnai,” imbuh pengguna Twitter lainnya menimpali, dengan nada mengejek Zuckerberg seperti bayi karena memakai alas duduk.

Tidak diketahui pasti alasan Zuckerberg yang memiliki tinggi badan 171 cm ini, memakai alas duduk cukup tebal. Namun salah satu perwakilan Facebook menyebut alas duduk itu bukan milik pribadi Zuckerberg, namun disediakan oleh Komisi Peradilan Senat.

“Itu adalah standar prosedur komisi,” sebut perwakilan Facebook yang enggan disebut namanya itu kepada New York Post.

Penulis: Novi Christiastuti – detikNews

Comments
To Top