Berita Pilihan

Tanggapan Pimpinan BRI Cabang Kediri, Rekening Kebobolan Nasabah BRI Kediri Resah

KEDIRI – Kasus kejahatan Perbankan terhadap nasabah Bank BRI di Kediri berdampak pada masyarakat. Kasus pembobolan rekening tabungan pada kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) menimpa nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kabupaten Kediri.

Polisi berjaga di kantor Bank Rakyat Indonesia Unit Ngadiluwih Kediri saat sejumlah nasabah melapor kehilangan uang.

Informasinya, ada 16 nasabah BRI Unit Ngadiluwih yang menjadi korban. Selain itu, pembobolan rekening tabungan milik nasabah ini juga terjadi di Bank BRI Unit Kras dan Ringinrejo. Dedi Kusnadi, Pimpinan Bank BRI Cabang Kediri ketika dikonfirmasi oleh awak media membenarkan adanya kejahatan pembobolan rekening tabungan melalui ATM milik nasabah. Hingga saat ini, pihaknya telah mendata nasabah yang menjadi korban guna melakukan pengkajian untuk dilaporkan ke kantor pusat.

Warga berbondong-bondong menuju ke mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BRI Unit Ngadiluwih, Kabupaten Kediri untuk memastikan uang di rekening tabungannya. Agus Supriadi, Bhabinkamtibmas Polsek Ringinrejo, mengatakan kejadian ini turut menimbulkan kepanikan warga yang merupakan nasabah Bank BRI.

“Kejahatan ini adalah skimming yakni penyadapan data nasabah yang diduga bocor saat transaksi di kartu ATM,” bebernya, Senin (12/3/2018).

Dipaparkannya, berdasarkan keterangan korban yang menerima pesan singkat nilai transaksi tidak dalam bilangan bulat yakni ada tiga angka di belakang koma (Bank Konversi). Hal itu memperkuat asumsinya yang menduga jika kejahatan ini dilakukan di luar negeri.


“Kami telah melaporkan ke kantor pusat dan mengenai angka dibelakang koma saat penarikan itu adalah konversi kurs dollar atau mata uang asing lainnya yang diduga penarikan dana dilakukan di luar negeri,” ungkapnya.

Dipaparkannya, pembobolan ATM telah berlangsung cukup lama namun oleh sindikat pelaku melakukan penarikan dana yang diketahui oleh korban.

Customer Service (CS) Bank BRI bahkan hampir setiap hari menerima aduan dari nasabah terkait kehilangan saldo tabungan secara tiba-tiba. Sedangkan nasabah yang kehilangan saldo itu bervariatif mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

Dana Nasabah Hilang, BRI Duga Ulah Sindikat Internasional.

Menurut dia, laporan dari CS soal berkurangnya saldo nasabah terjadi pada sekitar satu bulan lalu, 19 Februari. Sebagai langkah pengamanan dan antisipasi setiap hari ada tim yang bertugas untuk memastikan mesin ATM bebas dari alat chips (skimmer) agar tidak ada penyadapan pin ATM milik nasabah.

“Kami selalu melakukan pemeriksaan rutin di mesin ATM untuk menertibkan atau menghilangkan benda yang mencurigakan seperti alat Skimmer yang kecil dan cagih,” jelasnya.

Menanggapi aduan itu Bank BRI menyatakan bakal mengembalikan uang nasabah yang menjadi korban. Adapun mekanisme pengembalian yaitu melaporkan ke CS Bank BRI menyebutkan aduan, nomor rekening dam nominal uang yang hilang di tabungan.

“Kami telah mengantongi nama nasabah yang menjadi korban kode trouble tiket. Akan diproses oleh kantor pusat untuk pengembalian dana nasabah uang hilang,” paparnya.

Ditambahkannya, guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan supaya nasabah selalu rutin mengganti Nomor PIN ATM.

“Nasabah dapat mengecek saldo tabungan apabila ada pertanyaan menemui CS Bank BRI di kantor cabang terdekat,” pungkasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: yuli

Comments
To Top
WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com