Business

Bitcoin Rawan Diretas, Korsel Inspeksi Enam Bank Lokal

Jakarta – Maraknya pembahasan mata uang virtual belakangan ini, tak lantas membuat semua negara langsung dengan mudah mengadopsinya. Misalnya saja Korea Selatan, yang menindak tegas kepada bank setempat apabila melayani penggunaan cryptocurrency.

Foto: Reuters

Foto: Reuters

Regulator Keuangan Korea Selatan melakukan inspeksi terhadap enam bank lokal yang menawarkan akun mata uang virtual ke institusi. Ini dilakukan seiring kekhawatiran meningkatnya aset seperti Bitcoin dan sejenisnya dapat menyebabkan tingkat kejahatan.

Enam bank yang dimaksud, diantaranya NHK Bank, Industrial Bank of Korea, Shinhan Bank, Kookmin Bank, Woori Bank, dan Korea Development Bank.

Inspeksi tersebut dilakukan secara bersamaan, yaitu gabungan dari Financial Services Commission (FSC) dan Financial Supervisory Service (FSS). Mereka mengecek juga apakah bank mematuhi peraturan terkait anti-pencucian uang dan penggunaan nama sebenarnya untuk rekening.

“Mata uang virtual saat ini tidak berfungsi sebagai alat pembayaran dan digunakan untuk tujuan ilegal, misalnya pencucian uang, penipuan, dan operasi investor yang tidak benar,” ujar Ketua FSC Choi Jong-Ku dikutip dari Reuters, Senin (8/1/2018).


“Efek sampingnya (pengguna Bitcoin dan lain-lain) sangat parah, yakni menyebabkan masalah peretasan pada institusi yang menangani cryptocurrency dan spekulasi yang tidak masuk akal,” ucap Choi melanjutkan.

Sumber: trinitynews.ie | Bitcoin, an online peer-to-peer payment network, has grown dramatically in popularity since its introduced as open-source software in 2009.

Sumber: trinitynews.ie | Bitcoin, an online peer-to-peer payment network, has grown dramatically in popularity since its introduced as open-source software in 2009.

Jika bank ketahuan melayani mata uang virtual, regulator Negeri Gingseng itu tak segan-segan menutup institusi berkaitan untuk mencegah risiko perdagangan cryptocurrency di negaranya.

Bitcoin dan jenis lainnya cukup populer di Korea Selatan karena dapat dijadikan investasi bagi ibu rumah tangga dan pelajar. Pejabat setempat bereaksi atas keprihatinan fenomena yang disebut ‘kesenangan irasional’ tersebut. Belum lama ini, Youbit yang merupakan tempat pertukaran mata uang virtual di Korea Selatan, baru saja gulung tikar karena diretas dua kali pada tahun lalu. (agt/rns)

Comments
To Top
WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com