Berita Pilihan

Di Balik Medsos dan Mesin Pencari ‘Ala FPI’

Ilustrasi. Mesin pencari ala FPI, Geevv, mendonasikan pendapatan mereka dari hasil pencarian penggunanya. Kemana dana ini mengalir? (YashilG/Pixabay)

Jakarta – Salah satu anggota FPI, Novel Bamukmin, sebelumnya sempat mengajukan nama Geevv sebagai mesin pencari buatan lokal yang akan digunakan sebagai pengganti Google.

Geevv.com sendiri adalah mesin pencari menggunakan konsep sosial search engine. Sehingga, peselancar internet turut mendonasikan Rp10 dari tiap pencarian yang dilakukan dengan Geevv. Donasi tiap pengguna ini merupakan bagi hasil penghasilan Geevv dari iklan.

Konsep social search engine ini diakui Azka A. Slimi, mahasiswa UI yang menginisiasi layanan ini diadopsi dari perusahaan asal Jerman, Ecosia.org.

Mengenal Sosok di Balik Geevv, Mesin Pencari yang Diklaim FPI sebagai Pengganti Google

Mengenal Sosok di Balik Geevv, Mesin Pencari yang Diklaim FPI sebagai Pengganti Google

Selain itu, mesin pencari yang digunakan untuk berselancar pun pada dasarnya menggunakan mesin pencari Microsoft, Bing. Hal ini juga sudah tercantum dalam FAQ (frequently asked question – pertanyaan yang sering ditanyakan) situs Geevv.

Application Programming Interface (API) Bing digunakan sebagai dasar untuk mencari konten. Sementara untuk Geevv mengubah tampilan muka dari mesin pencari tersebut atau masking.

API sendiri diperlukan agar suatu layanan bisa dihubungkan dengan layanan lain milik pihak ketiga. Dalam hal ini agar Geevv bisa terhubung dengan hasil pencarian Bing, maka dibutuhkan API sebagai penghubung keduanya.

Geevv juga mendapatkan kredit dengan total US$120.000 (sekitar Rp1,6 miliar) dari program Bizspark for Startup Microsoft. Kredit digunakan untuk akses produk dan layanan awan, software, dan dukungan Microsoft Azure.

Microsoft Azure sendiri adalah layanan komputasi awan milik Microsoft. Cloud ini bisa disewa untuk jangka waktu tertentu untuk membangun, menguji, atau mengoperasikankan suatu layanan atau aplikasi.

Sementara BizSpark sendiri adalah program global dari Microsoft untuk membantu startup. Program ini memberikan akses gratis layanan Azure Microsoft bagi startup terpilih.

Baca Juga:  Google Hapus 60 Aplikasi Bermuatan Pornografi dari Play Store

RedaksiTimes OpenSource

RedaksiTimes juga tak dibangun dari nol oleh anak bangsa. Media sosial ini bahkan memampangkan dengan jelas dilaman muka situsnya bahwa mereka adalah media sosial berbasis open source.

Jenis layanan open source yang mereka gunakan adalah Opensource-Socialnetwork (OSSN). Open source sendiri adalah konsep pengembangan layanan atau software yang dikembangkan bersama-sama. Siapapun bisa ikut berkontribusi.

preview-000-1-development

Sementara OSSN adalah software jejaring sosial yang ditulis dalam bahasa pemrograman PHP. Menggunakan OSSN, siapapun bisa membuat situs media sosial.

Berbagai fitur jejaring sosial telah disediakan oleh open source ini seperti lazim ditemui di jejaring sosial umumnya.

Tak berafiliasi dengan FPI

Terkait dengan naiknya nama Geevv akhir-akhir ini semenjak dihebohkan oleh salah seorang anggota FPI, Geevv mengalami lonjakan lalu lintas sehingga sempat membuat situsnya lumpuh, tak dapat diakses.

Menanggapi antusisme terhadap layanan mesin pencarinya itu, Azka mengungkapkan senang karena karyanya diapresiasi. Namun, dia mengkonfirmasi bahwa Geevv.com tidak berafiliasi dengan pihak FPI.

“Tidak pernah ketemu dengan Pak Novel atau Pengurus/Anggota FPI sebelumnya secara resmi. Diapresiasi pasti senang ya,” ujar gadis berhijab tersebut.

Sementara itu, pihak RedaksiTimes dan CallInd masih belum dapat dihubungi. (eks)

Comments
To Top