Berita Pilihan

Ramai-ramai Protes Tarif Parkir Nuthuk di Alun-alun Utara Yogyakarta

Yogyakarta – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ramai didatangi wisatawan di libur akhir tahun ini. Di tengah suasana liburan, netizen ramai-ramai protes pada tarif parkir di Alun-alun Utara Yogya yang harganya jauh di atas tarif resmi alias nuthuk.

Hal ini pertama kali dikeluhkan oleh akun bernama Wiwik Shopie Wiwik Shopie di Grup Facebook, Info Cegatan Jogja. Akun ini memosting foto selembar karcis parkir yang tertera tarifnya untuk mobil Rp 20.000 dan travel Rp 40.000.

Selembar karcis parkir. Foto: Screenshot Info Cegatan Jogja

Selembar karcis parkir. Foto: Screenshot Info Cegatan Jogja

Sejak diposting pada Minggu (24/12) pukul 21.01 WIB, postingan ini sudah mendapat reaksi dari 6 ribu netizen, 2.100 komentar dan sudah dibagikan sebanyak 141 kali.

Respon netizen hampir seragam. Namun hampir semua protes dan menyayangkannya.

Salah satunya komentar yang disampaikan oleh akun, Fatkhan Al-Ghazali, “Biasane ngene ki ono sek komen “tuku mobil kuat,parkir 20rb crigis” Ora mslh le crigis…tp tarifmu ki lhooo…nekak wisatawan.. mbok yo sing rodo nyedulur lah gawe tarif ki…tarif parkir utowo tarif nasi goreng ..pecel lele..rames..gudeg ..es cendol ..dll ki sek lumrah mawon…wong yo kbeh saling membutuhkan..”


Komentar lainnya oleh akun Nagara CF, “Hanya anjuran untuk tidak parkir ditempat yang ada tanda larangan parkir tapi tidak mau menindaklanjuti karcir prkir bodonge…..ada apakah ini?”

Akun lainnya, Moha Zidane juga menyampaikan komentar, “Pemkot pemda memang dr dlu seolah tdk brani atau tidak mau menertibkan, entah ada apa di balik ketidaktegasan Pemkot . Skrg jalan pasar kembang juga seakan2 jd tempat parkir tandingan taman parkir abu bakar ali. Dan lagi2 Pemkot diam.”

Detikcom kemudian meminta konfirmasi kepada Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta.

Baca Juga:  Mark Zuckerberg Isyaratkan Opsi Facebook Berbayar

Plt Kabid Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Yogya, Imanuddin Aziz. Aziz menyampaikan bahwa lokasi yang karcis parkirnya diposting di facebook itu memang benar di kawasan Alun-alun Utara Yogyakarta.

Pihaknya telah terjun ke lapangan dan menemui pihak pengelola parkir di sana. Aziz menjelaskan bahwa sebenarnya wilayah Alun-alun Utara masih merupakan kawasan Keraton Yogyakarta sehingga dia tak memiliki kewenangan kecuali pengaturan rambu-rambu lalu lintas.

“Siang tadi kita sudah monitoring ke lapangan, di Alun-alun Utara, kita sudah bertemu beberapa pengelola (parkir) di sana, sudah kita beri imbauan dan pengarahan,” kata Aziz saat dihubungi detikcom, Senin (25/12).

Aziz menjelaskan bahwa tarif parkir resmi untuk mobil yakni Rp 2.000. Tarif ini diatur dalam Perda No 5 Tahun 2012 Tentang Retribusi Jasa Umum.

“Kalau sisi tarif, itu mestinya mobil Rp 2.000, bus besar Rp 20.000, dan bus sedang 15.000. Itu berdasarkan Perda No 5 Tahun 2012, tentang Retribusi yang di dalamnya mengatur tentang parkir tepi jalan umum,” jelas Aziz.

Mengenai hal ini Forum Komunikasi Komunitas Alun-alun Utara (FKKAU) juga ikut angkat bicara.

“Pemerintah Kota (Yogyakarta), dalam hal ini dinas perhubungan tidak menerbitkan izin parkir untuk jalan lingkar Alun-alun Utara, kecuali ketika ada acara Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS),” ujar Sekretaris FKKAU Krisnadi Setyawan kepada detikcom melalui pesan singkat, Senin (25/12).

Di luar acara PMPS, lanjut Krisnadi, tidak ada izin resmi soal parkir di kawasan itu. Ditambah lagi ada rambu-rambu dilarang parkir yang menurutnya membuat secara komunitas tak mungkin merancang peraturan soal itu.

“Solusi sederhananya ya jangan parkir di sepanjang jalan yang terdapat rambu larangannya. Monggo aturan-aturan yang telah dibuat pemerintah kita taati demi kenyamanan bersama,” kata Krisnadi.
(sip/sip)

Baca Juga:  Smartphone 5G Perdana Rilis Akhir 2018
Comments
To Top