Berita Pilihan

Hacker Rusia Bajak Ratusan Email Jurnalis Mancanegara

Peretasan email oleh kelompok hacker asal Rusia, Fancy Bear, kembali menggegerkan dunia. Kali ini, ratusan jurnalis yang bekerja untuk media Amerika Serikat, Ukraina, dan Rusia yang menjadi korbannya.

Dilansir The Associated Press, 200 jurnalis menjadi korban email phishing– pengelabuan yang dilakukan untuk memancing informasi keuangan dan kata sandi pengguna email–sejak pertengahan 2014 silam. Kasus teranyar terjadi kurang dari sebulan yang lalu.

Jurnalis menjadi target email phishing hacker Rusia setelah para diplomat AS dan anggota Komite Partai Demokrat AS. (WIKIMEDIA)

Jurnalis menjadi target email phishing hacker Rusia setelah para diplomat AS dan anggota Komite Partai Demokrat AS. (WIKIMEDIA)

Daftar wartawan ini diperoleh AP dari kantor sistem keamanan digital, Secureworks. Lima puluh korban diantaranya merupakan wartawan New York Times, Washington Post, dan Daily Beast. Sisanya berasal dari Kyiv Post, dan media lain yang tersebar di Ukraina dan Rusia.

Tujuan peretasan ini adalah untuk mendiskreditkan media-media tersebut melalui informasi-informasi rahasia yang diperoleh dari email. Sejumlah jurnalis mengungkapkan, upaya gelap ini telah dilakukan selama bertahun-tahun. Mereka percaya, Fancy Bears merupakan dalang dibalik tindakan ini.

Daftar wartawan ini diperoleh AP dari kantor sistem keamanan digital, Secureworks. (WIKIMEDIA)

Daftar wartawan ini diperoleh AP dari kantor sistem keamanan digital, Secureworks. (WIKIMEDIA)

Jurnalis menjadi target email phishing hacker Rusia setelah para diplomat AS dan anggota Komite Nasional Demokrat (DNC) Partai Demokrat AS.


Seperti diketahui, pada pertengahan 2016 lalu, ribuan email Amerika Serikat (AS) yang dimiliki para pejabat puncak Partai Demokrat berhasil disusupi para peretas Rusia. Hal itu terjadi setelah orang dekat bekas kepala tim kampanye Hillary Clinton, John Podesta, salah mengetikkan kata yang seharusnya “illegitimate” menjadi “legitimate”.

Kesimpulan ini didapatkan dari hasil penyelidikan yang dilakukan surat kabar New York Times. Pernyataan tersebut juga sejalan dengan temuan badan intelijen Amerika Serikat CIA yang menyatakan Rusia sengaja mengintervensi Pemilihan Presiden AS demi menaikkan Donald Trump yang kini menjadi presiden AS berikutnya

Lima puluh korban berasal dari New York Times, Washington Post, dan Daily Beast. (WIKIMEDIA)

Lima puluh korban berasal dari New York Times, Washington Post, dan Daily Beast. (WIKIMEDIA)

Menurut New York Times, FBI sudah tahu Rusia tengah melancarkan upaya sistematis besar-besaran untuk meretas lembaga politik-lembaga politik AS, termasuk Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri. Blunder ini tak pelak membuat para peretas Rusia seketika bisa mengakses 60.000 email dalam akun pribadi Gmail milik Podesta.

Baca Juga:  Bitcoin Rawan Diretas, Korsel Inspeksi Enam Bank Lokal

“Akibatnya, serangan email itu telah membuat berantakan prospek keterpilihan Hillary Clinton dan sebaliknya menguntungkan Trump sehingga bisa memenangkan Pemilu seperti diinginkan Rusia,” demikian yang terlansir di New York Times.

AP | NEW YORK TIMES

Comments
To Top