Business

Jelang Akhir Tahun, Berapa Nilai Tukar Bitcoin?

JAKARTA – Jelang akhir tahun 2017, nilai mata uang virtual bitcoin belum pulih pasca penurunan drastis pada pekan lalu.

Berdasarkan data pada Bitcoin.com, pada Senin (25/12/2017), nilai kata uang virtual mencapai 13.686 dollar AS per keping, atau setara Rp 185 juta dengan kurs Rp 13.566 per dollar AS.

Sebelumnya, nilai mata uang virtual bitcoin merosot pada Jumat (22/12/2017). Harga bitcoin terjun bebas dari 20.000 dollar AS atau setara Rp 270 juta menjadi 13.000 dollar AS atau sekitar Rp 177,5 juta.

Sumber: trinitynews.ie | Bitcoin, an online peer-to-peer payment network, has grown dramatically in popularity since its introduced as open-source software in 2009.

Sumber: trinitynews.ie | Bitcoin, an online peer-to-peer payment network, has grown dramatically in popularity since its introduced as open-source software in 2009.

Mengutip The Guardian, nilai bitcoin pun turun sekira 2.000 dollar AS atau sekitar Rp 27 juta dalam waktu 12 jam. Menurut data CoinDesk, nilai bitcoin bertengger pada level 13.155 dollar AS atau setara Rp 177,59 juta, turun 30 persen dalam 5 hari.

Penurunan nilai bitcoin terjadi karena sejumlah peristiwa dalam sepekan ini. Salah satu pusat perdagangan bitcoin di Korea Selatan bangkrut karena serangan siber.


Adapun pusat perdagangan bitcoin di AS, Coinbase, juga melakukan investigasi karena harga yang meningkat tajam.

“Peregerakan harga secara lebar telah menjadi hal yang sangat normal yang sulit diputuskan. Ini terjadi sejalan dengan investor yang melakukan aksi jual menjelang akhir tahun,” ujar Neil Wilson, analis senior di ETX Capital.

Namun demikian, ada juga sejumlah kabar positif soal bitcoin. Chicago Mercantile Exchange pada awal pekan ini meluncurkan perdagangan berjangka bitcoin, setelah sebelumnya hal yang sama dilakukan oleh Chicago Board Options Exchange.

Selain itu, regulator di AS juga telah menyetujui perdagangan bitcoin. Bank investasi Goldman Sachs pun dilaporkan membuka unit khusus perdagangan bitcoin.

Penulis: Pramdia Arhando Julianto
Editor: Aprillia Ika
Sumber: The Guardian

Comments
To Top