Berita Pilihan

Trump Ancam Negara Pendukung Palestina

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman serius kepada negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mendukung Palestina. Trump mengultimatum tak akan mengucurkan bantuan keuangan kepada negara-negara itu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk ke poster "Selamat Natal" di panggung saat ia tiba untuk memberikan pidato tentang reformasi pajak di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat, Rab

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk ke poster “Selamat Natal” di panggung saat ia tiba untuk memberikan pidato tentang reformasi pajak di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat, Rab

“Biarkan mereka (negara pendukung Palestina) mengambil suara terkait resolusi Dewan Keamanan PBB soal deklarasi Jerusalem melawan kita,” kata Trump, Rabu, 20 Desember 2017 waktu setempat. “Kita tak akan dimanfaatkan lagi.”

Voting DK PBB pada Senin (18/12/2017) di New York soal status Yerusalem. Dari 15 anggota DK PBB hanya AS yang menolak draft resolusi soal pembatalan status Yerusalem Ibu Kota Israel. Foto/REUTERS/Brendan McDermid

Voting DK PBB pada Senin (18/12/2017) di New York soal status Yerusalem. Dari 15 anggota DK PBB hanya AS yang menolak draft resolusi soal pembatalan status Yerusalem Ibu Kota Israel. Foto/REUTERS/Brendan McDermid

Trump mengatakan negaranya mengeluarkan ratusan juta Dollar untuk membantu finansial negara anggota PBB. “Tapi mereka memilih melawan kita. Biarkan saja. Dengan begitu kita bisa hemat,” ujar politikus Partai Republik AS itu.

Presiden AS ke-45 itu ngotot pada keputusannya yang menganggap bahwa Jerusalem adalah ibu kota Israel. Dia juga akan memindahkan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke Kota Suci.

Majelis umum PBB akan menggelar sidang istimewa hari ini. Agenda forum istimewa tersebut adalah voting atas draf resolusi yang isinya melarang Jerusalem dideklarasikan sebagai ibu kota Israel.


Bendera Palestina berkibar di markas PBB. (AL JAZEERA)

Bendera Palestina berkibar di markas PBB. (AL JAZEERA)

Draf itu dikeluarkan Dewan Keamanan PBB Senin kemarin. Pengambilan suara terbanyak diperlukan lantaran pada pertemuan luar biasa DK PBB, Amerika Serikat memveto draf yang digagas Mesir itu.

Utusan Palestina di PBB Riyad Mansour menanti dukungan dari 193 negara di sidang istimewa itu. Menurut dia, suara terbesar terkait draf resolusi itu sangat mempengaruhi status Jerusalem di dunia secara politik.

Baca Juga:  Ada 'Mesin Ajaib' Ini, Mom Zaman Now Tak Perlu Menyetrika Lagi

THE GUARDIAN | NYT

Comments
To Top