Artikel dan Tulisan

BMKG: Pusat Gempa Bumi Sukabumi Berbeda dari Tasikmalaya

Jakarta – Wilayah Jawa Barat dilanda dua gempa pada Jumat malam, 15 Desember 2017 yakni di Sukabumi dan Tasikmalaya. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan pusat gempa keduanya beberapa.
“Itu pusat gempa yang berbeda,” kata Dwikorita saat dihubungi Tempo, Sabtu, 16 Desember 2017.

Ilustrasi Zona Gempa (Ilustrasi: Unay/Sunardi)

Ilustrasi Zona Gempa (Ilustrasi: Unay/Sunardi)

Gempa pertama terjadi di Sukabumi pada pukul 23:04:39 berkekuatan 4.5 skala Richter dengan episenter terletak pada koordinat 7.29 lintang selatan dan 106.69 bujur timur. Tepatnya, pada jarak 48 kilometer barat daya Sukabumi pada kedalaman 50 kilometer.
“Terjadi sebelum gempa yang besar di Tasikmalaya,” katanya.

Menurut Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Joko Siswanto gempa di Sukabumi merupakan gempa dengan kedalaman dangkal. Gempa terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia yang kemudian mengakibatkan deformasi batuan.

“Ditinjau dari kedalaman hiposenternya,” kata Joko.

Tidak lama berselang, pada pukul 23.47.58 gempa berkekuatan 6,9 skala Richter terjadi di Tasikmalaya. Episenter gempa terletak pada koordinat 7.75 lintang selatan dan 108.11 bujur timur. Tepatnya, 11 kilometer barat daya Kabupaten Tasikmalaya pada kedalaman 107 kilometer.


Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Moch. Riyadi mengatakan gempa di Tasikmalaya juga akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempang Eurasia. Faktor yang membedakan adalah kedalaman.

“Termasuk dalam klasifikasi gempa bumi berkedalaman menengah,” kata Riyadi.
Untuk gempa di Tasikmalaya, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum dicabut 2,5 jam kemudian.

Dampak gempa Tasikmalaya yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan guncangan dirasakan di daerah Jakarta II-III, Bandung III-IV MMI, Depok II-III MMI, Karangkates III-IV MMI, Ngawi II MMI, Madiun II MMI, Nganjuk II MMI, Bandung II MMI, Mataram II MMI, Kebumen III-IV, Yogyakarta III MMI.

Baca Juga:  Istri Eddy Rumpoko Dilantik Jadi Wali Kota Batu

Berikut Data Gempa yang Terjadi Setelah Gempa Tasikmalaya

Ilustrasi gempa bumi. ANTARA FOTO

Ilustrasi gempa bumi. ANTARA FOTO

Sebagian wilayah Indonesia mengalami gempa bumi sepanjang Jumat malam, 15 Desember 2017 hingga Sabtu pagi, 16 Desember 2017. Gempa terjadi di beberapa titik di wilayah Indonesia, di antaranya di Jawa Barat dan Aceh.

Informasi data dari akun Twitter resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, @infoBMKG dan keterangan dari Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Joko Siswanto. Berikut catatan mengenai gempa-gempa tersebut:

  1. Gempa berkekuatan 4.8 skala richter pada Jumat, 15 Desember 2017 pukul 21:49:27 terjadi di laut, 123 kilometer barat daya Kabupaten Aceh Besar pada kedalaman 10 kilometer.
  2. Gempa berkekuatan 4.5 skala richter pada Jumat, 15 Desember 2017 pukul 23:04:39 terjadi di 48 kilometer barat daya Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 50 kilometer.
  3. Gempa berkekuatan 7.3 skala richter pada Jumat, 15 Desember 2017 pukul 23:47:57 terjadi di laut, 74 kilometer barat daya Kawalu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada kedalaman 105 kilometer.
  4. Gempa berkekuatan 6.9 skala richter pada Jumat, 15 Desember 2017 pukul 23:47:58 terjadi di laut, 11 kilometer barat daya dari Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat pada kedalaman 107 kilometer.
  5. Gempa berkekuatan 5.1 skala richter pada Sabtu, 16 Desember 2017 pukul 04:27:31 terjadi di darat, 13 kilometer tenggara Boalemo, Gorontalo pada kedalaman 63 kilometer.

Dari beberapa gempa tersebut, gempa yang melanda Tasikmalaya adalah yang terbesar. BMKG sendiri sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum dicabut sekitar 2,5 jam pasca gempa.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga berita ini dibuat, gempa di Tasikmalaya telah menelan satu korban jiwa. Korban diketahui bernama Dede Lutfi, 62 tahun, warga Desa Gunung Sari Kecamatan Sadanaya, Kabupaten Ciamis.

Baca Juga:  Khusus Hari Ini, Kuota Data Telkomsel KartuHalo 25 GB Hanya Rp 50.000

“Satu orang meninggal dunia,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo, dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Sabtu, 16 Desember 2017.

Gempa Tasikmalaya juga menyebabkan beberapa orang mengalami luka-luka serta merusak rumah dan bangunan lainnya. Di Desa Gunung Sari, beberapa rumah dikabarkan ambruk dan rusak serta dua orang mengalami luka-luka tertimpa bangunan.

Di Kabupaten Pangandaran, tiga rumah mengalami rusak berat dan tiga rumah lain rusak ringan. “Beberapa kerusakan rumah di Kecamatan Cimerak, Kecamatan Pangandaran, dan Kecamatan Sidamulih,” kata Sutopo.

Di daerah Tasikmalaya Selatan, kata Sutopo, terdapat rumah ambruk di Kecamatan Cikalong dan Kecamatan Tibalong akibat gempa bumi. Di Banyumas, enam rumah dikabarkan rusak berat. Selain itu, terdapat kerusakan berupa tembok retak di RSUD Banyumas yang membuat pasien harus dievakuasi. Di Kebumen tercatat dua korban luka dan satu orang di Kota Pekalongan. Di Kecamatan Ajibarang Banyumas terdapat satu rumah roboh.

Reporter: M Yusuf Manurung
Editor: Untung Widyanto & Ninis Chairunnisa
Sumber: Tempo.com

Comments
To Top