Berita Pilihan

Dhoho Street Fashion ke-3, Angkat Potensi Kain Tenun Ikat Khas Kediri

KEDIRI – Setelah sukses dengan agenda Dhoho Street Fashion pertama dan kedua, tahun 2017 ini Kota Kediri kembali menggelar yang ketiga kalinya. Dalam Dhoho Street Fashion yang ketiga ini mengambil tema Mengikat Kediri dan berlangsung di taman Sekartaji, Kamis (13/12) pagi.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengaku sengaja kembali menggelar Dhoho Street Fashion ini untuk mendorong para perajin dan juga desainer lokal untuk terus berinovasi.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama para desainer saat jumpa pers di taman Sekartaji Kota Kediri. foto: ARIF K/ BANGSAONLINE

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama para desainer saat jumpa pers di taman Sekartaji Kota Kediri. foto: ARIF K/ BANGSAONLINE

“Kita ingin menunjukkan ke masyarakat dan juga Indonesia. Bahwa Kota Kediri mempunyai tenun ikat yang cukup bagus,” ujarnya.

Jika dulu tenun ikat hanya identik dengan sarung, saat ini tenun ikat sudah mulai berinovasi dengan berbagai mode. Mulai dipakai seragam pegawai pemda maupun seragam sekolah. “Dulu tenun ikat hanya digunakan untuk sarung. Tapi kini sudah bisa dipakai untuk acara formal maupun santai,” ujanya.

Sementara itu ketua Deskranada Kota Kediri Feyronica Silviana Abu Bakar mengatakan, Dhoho Street Fashion sengaja kembali digelar agar tenun ikat semakin dikenal masyarakat. Dalam Dhoho strret fashionkali ini akan menonjolkan beberapa mode tenun ikat dengan gaya casual atau santai.


“Jika selama ini tenun ikat identik dengan kain yang formal. Maka kali ini akan kami coba peragakan tenun ikat dengan mode casual. Bisa dipakai buat ngemall, atau acara santai lain,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini Pemkot Kediri bekerjasama dengan Didiet Maulana, desainer dari Ikat Indonesia yang sekaligus akan memamerkan hasil kreasinya. Selain itu juga aka nada desainer local asli Kediri, diantaranya SMKN 3 Kediri, Luxe Caesar Botique, Azzkasim Boutique, Zalma Boutique Kediri dan studio Craft Santi.

Sementara itu, menurut Didiet Maulana tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri mempunyai khas tersendiri. Berdasarkan pantauan di seluruh Indonesia, baru di Kota Kediri penenunnya masih muda-muda.

“Kalau daerah lain, penenun banyak yang sudah tua, kalau di sini masih muda-muda. Ini yang menjadi hasil tenun kota Kediri lebih bagus,” ujarnya.

Dari segi kerapatan, kata Didiet, tenun ikat asal Kota Kediri juga cukup bagus, jika dibandingkan dengan hasil tenun ikat dari daerah lain. “Saya pernah mencoba membuat baju dari kain tenun Bandar dan hamper 97 persen bisa dipakai semua, karena memang kerapatannya terjamin,” jelasnya.

Harapannya dengan diadakan fashion show ini adalah kain tenun ikat Kediri dapat dikenal oleh masyarakat luas hingga tingkat internasional. Bahkan pagelaran fashion show tahun lalu itu berdampak pada pesanan yang selalu dating, baik berupa kain, sarung hingga berupa produk busana jadi. (rif/dur)

Wartawan: Arif Kurniawan | Sumber: bangsaonline.com

Comments
To Top