Lintas Berita

Wisata Kuliner Super Pedas di Malang, Ini Tempatnya

Seporsi mie setan di Malang (Mustiana Lestari/detikTravel)

Malang – Malang menjadi salah satu destinasi tepat buat wisata kuliner. Buat traveler yang doyan pedas, restoran ini rasanya pas buat dikunjungi.

Bangunan di Jalan Bromo A1, Malang, Jawa Timur tampak riuh. Segerombolan muda mudi tampak mengantre di satu titik.

Dengan antusias mereka menyebutkan nama-nama hantu, mulai dari setan, iblis, genderuwo, tuyul dan sebagainya. Selepas itu, bukannya takut para pengunjung malah lahap menyantap segala jenis ‘setan’ ini.

Memang bukan setan sungguhan. Semua yang disebutkan itu merupakan nama-nama menu di restoran Mie Setan. Ragam menu ini tentu membuat muda mudi penasaran datang ke restoran mie ini.

“Enak, pedasnya nampol. Tempatnya juga lumayan bersih,” kata Dilla, salah satu pengunjung asal Jakarta kepada detikTravel, Minggu (10/12/2017).


(Mustiana Lestari/detikTravel)

(Mustiana Lestari/detikTravel)

Dilla pun antusias menjepret berbagai kuliner dengan nama unik ini dengan ponsel OPPO F5 miliknya untuk dipamerkan di media sosial.

Nah, mie setan sendiri adalah mie rebus tanpa kuah, dengan tingkat kepedasan dari bintang satu sampai bintang lima, atau setara dengan jumlah cabai 12, 25, 35, 45 hingga 60 biji.

Ada juga menu mie iblis yang berupa mie goreng dengan tambahan kecap. Level kepedasannya pun beragam, S untuk 10 cabai, M 20 cabai dan L dengan 30 cabai. Wah!

Baik mie setan maupun mie iblis sama-sama dilengkapi dengan pangsit goreng, daging ayam giling, serta daging olahan.

Mie iblis difoto dengan OPPO F5 (Mustiana Lestari/detikTravel)

Mie iblis difoto dengan OPPO F5 (Mustiana Lestari/detikTravel)

Soal rasa jangan ditanya karena kedua mie ini selain mempunyai rasa pedas juga mempunyai tekstur yang lembut, bahkan mirip dengan spageti. Kalau penasaran dengan cara pembuatan mie ini, traveler bisa langsung melihat atraksi para koki membuat mie.

Sementara untuk minuman tersedia es pocong, es genderuwo, es sundel bolong, es kuntilanak dan es tuyul. detikTravel berkesempatan mencicipi es genderuwo yang tampilannya jauh dari kata seram.

Es genderuwo justru tampil dengan warna-warni buah, seperti strawberry, pir, melon dan lain-lain. Rasanya manis segar cocok untuk minuman di tengah hari yang panas dan tentunya mengurangi rasa pedas menu mie.

Seain mie dan berbagai minuman, restoran yang buka sejak pukul 11.00-23.00 WIB ini juga menyajikan dimsum dan camilan lainnya. Kemudian untuk harga, menu-menu pedas ini dibanderol dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 17 ribu.

Dio, salah satu pegawai Mie Setan, mengatakan setiap akhir pekan ratusan pengunjung biasa datang. Jadi harus sabar mengantre.

“Pertama mereka harus ngantre pesan makan, lalu ngantre kursi kalau tidak tersedia karena sehari bisa ratusan yang datang,” kata Dio.

Sebagai saran, ada baiknya jika traveler hendak kemari, lebih baik datang pada siang hingga sore hari karena semakin malam antrean bisa semakin panjang. (rdy/krn)

Comments
To Top