Artikel dan Tulisan

Kampung Cempluk Festival “Nguri Nguri Budoyone Dewe”

By: Santoso I.

Kampung Cempluk Festival  (KCF) merupakan suatu agenda tahunan yang digelar di sebuah kota terkenal dengan bahasa khas terbaliknya “Ngalam” (Malang) tepatnya berada di Sumberjo RW.02 Desa Kalisongo Dau Malang, disana ada sebuah kampung konon cerita masyarakat, meski tidak jauh dari pusat kota Malang kampung itu baru pada tahun 1992-an mengenal adanya listrik oleh sebab itulah sebuah kampung ini disebut warga sekitar dengan nama Kampung Cempluk. Cempluk sendiri merupakan sebutan bagi sebuah lentera tradisional (sebuah wadah mirip dengan botol berisikan minyak bahan bakar dengan penutup atasnya disumpal sumbu untuk ujungnya dibakar) konsep sederhananya seperti lilin menyala.

Kampung Cempluk sendiri merupakan bagian dari  Japung Nusantara (Jaringan Festival Kampung Nusantara), yaitu sebuah jaringan kampung yang dibentuk sebagai ruang ketahanan budaya, ekonomi dan penguatan entitas sebagai masyarakat Nusantara bahasa sederhananya memahami jati diri sebagai masyarakat ibu pertiwi.

Kampung Cempluk Festival ini dibentuk dengan tujuan yang sangat sederhana namun banyak manfaatnya sebagai wadah dan ruang apresiasi kesenian Nusantara. KCF digagas oleh beberapa orang yang memang memiliki jiwa seni tinggi dan kepedulianya terhadap budaya patut menjadi teladan generasi ibu pertiwi, istilah dalam bahasa Jawa nya“Nguri nguri Budoyone Dewe” mereka itu ialah Bapak Priyo SidhiRedy Eko Prastyo, Bapak Sulaiman, Bapak Sukadi, serta Dibantu saudara Denny Mizar dari Komunitas Pelangi Sastra Malang.

Sampai saat ini KCF sudah enam kali diselenggarakan hitungan itu ditandai dengan setiap agenda KCF dengan awalan hastag mulai #1 hingga #6 dan sekarang tahun 2016 KCF akan memasuki agenda #7 yang diselenggarakan pada 20-24 September mendatang.


Baca Juga:  Siap-siap, Spesifikasi 5G Pertama Telah Disetujui
Comments
To Top