Artikel dan Tulisan

Omah Kayu, Aroma Kopi “Ber(isi)k Makin Asik”

by: Santoso. I

Secangkir kopi, gulungan tembakau, camilan dan obrolan ngalor ngidul mulai dari tutorial memikat wanita sampai tutorial membangun suatu negara suatu pola yang pasti kita ketahui di kedai kopi. Malang salah satu tempat dimana banyak para pendatang dari berbagai penjuru Indonesia bahkan luar Indonesia mengingat Malang salah satu kota pendidikan yang ada di Indonesia sederet dengan Jakarta, Bandung, dan Jogja.

Masih bearoma kafein dengan sentilan rasa gurih nya di Malang ada salah satu tempat yang asik buat bersantai menikmati secangkir kopi hasil dari perut ibu pertiwi yaitu kedai kopi Omah Kayu Malang. Disini kalian akan disajikan banyak varian rasa kopi sesuai selera sobat sobat yang suka Arabika Maupun Robusta. Selain banyak varian kopi disini juga menyediakan camilan dan aneka minuman lainya.

Omah Kayu, sedikit mengulas sejarah terlahirnya omah kayu saya akan mengutip dari Abdul Malik Abdul Malik seorang penulis seni yang tinggal di wilayah Malang dalam artikelnya menceritakan “Lokasi Omah Kayu awalnya tanah kosong milik salah satu dosen Universitas Negeri Malang. Arif Junaidi berinisiatif mengolah tanah kosong tersebut dengan aktivitas yang menghasilkan uang alias “nyambut gawe”. Pak dosen setuju. Arif Junaidi lantas menguruk lahan kosong dan membangun Omah Kayu. Setelah WS (Warung Sari) tutup karena proyek pengembangan kampus UM, para pelanggan mulai mencari tempat ngopi yang baru. Ada yang ke WS lokasi baru di Jl.Ambarawa, sebagian ngumpul di Omah Kayu. “Awalnya semua yang datang bawa kopi bubuk sendiri-sendiri, baru diseduh di Omah Kayu. Lama kelamaan yang datang, banyak yang meminta tolong ke saya untuk dibuatkan kopi. Jadilah warung kopi,” cerita Arif Junaidi dengan rendah hati. Omah Kayu menjadi ruang pameran seni rupa pertama kali saat pameran bersama Kentjing Andjing tahun lalu. Yang pameran ya kawan-kawan Universitas Negeri Malang: Novan Tri, Agus Suga, Bobby Nugroho, Sigit, Yujin Sick, Wibi Asrob. Pameran berlangsung lancar. Meskipun begitu, Arif Junaidi dan kawan-kawan bersepakat untuk Omah menggelar pameran per tiga bulan di Omah Kayu”.

Baca Juga:  Densus 88 tangkap terduga teroris di Malang

Oke, kopi sudah, sedikit sejarah sudah, apalagi yang bikin kalian nyaman biasanya untuk menyeduh secangkir kopi? Ya… pasti sebuah tempat atau ruang yang nyaman kan? Tenang saja sobat, di Omah Kayu, sesuai dengan namanya hampir keseluruan desain arsitekturnya dari kayu kecuali genting. Berdisain kayu dengan berbagai macam lukisan maupun karya seni terpampang di dindingnya serta sejumlah buku buku yang ditata dalam rak rak bebas kalian pinjam dan baca ditempat. Kalian akan serasa berada pada sebuah museum, galeri atau sebuah rumah tua Jawa (Joglo),  jika duduk sembari menikmati rasa kopi racikan pelayan Omah Kayu. Asal kalian tau sobat pelayanya juga masih muda muda loh, ramah, sopan dan yang pasti cantik dan ganteng.

Ya rasanya tak elok jika kuceritakan saja, mending dari pada kalian para penikmat kopi makin penasaran seperti apa kedai kopi Omah Kayu, datang aja langsung saya kasih bocoran sedikit tempatnya berada di daerah Jl. Cigura gura Kota Malang. Nah silahkan cari sendiri tepatnya, makin penasaran makin nikmat rasa kopinya 😀


 

Comments
To Top