Artikel dan Tulisan

Ada Apa Dengan Kopi Sianida?

OnokOpo.com

Sama-sama Diracun, Namun Perlakuannya Berbeda

Sebelumnya saya turut berduka atas meninggalnya mirna ditangan secangkir kopi sianida, pelakunya saya denger adalah teman dekatnya yaitu jesica. Namun di balik itu semua Saya gak tau apa yang difikirkan orang-orang media serta hukum di indonesia atau mungkin orang-orang di media social yang mengecam pembunuhan mirna dengan secangkir kopi atau lebih dikenal dengan “kopi sianida. Headline di Koran-koran, blog dibanjiri berita kopi beracun, beritan online menulis beritanya sangat lebay banget. Saya coba nyari di google artikel tentang kopi, yang muncul mirna diracun kopi sianida oleh jesica. Karena saya penasaran, ikut-ikutan buka beritanya. Intinya mirna keracunan kopi di grand indonesia. Rasa penasaranku semakin larut, siapakan mirna dan jesica? Apakah dia anak pejabat? Orang besar dan miliki jasa kepada rakyat Indonesia? Semua situs saya buka demi mengobati rasa penasaranku. Namun hasilnya nihil, dia buka siapa-siap, orang biasa saja. Alasan orang-orang memberitakan itu adalah pembunuhnya dibulli di medsos (media social). Udah itu aja. Setenar itukan duo sianida (mirna dan jesica).

Oke saya mencoba bedah biodata mirna hasil pencarian di google.

  1. Wayan Mirna Salihin (28)

Wayan Mirna Salihin (28) seorang sosialita merupakan lulusan Swinburne University of Technology dan bekerja sebagai Creative/Art Director di Misca Design. Mirna memiliki saudara kembar dan Ia belum lama ini menikah dengan Arief Soemarko

Mirna dan Hanie membangun bisnis bersama di Jakarta. Berdasarkan penulusuran, diketahui bahwa Mirna merupakan pemilik sekaligus manajer di Monnete Gifts & Favors dan Misca Design. Sedangkan Hanie bekerja di DM-IDHollad sebagai Brand Designer.

  1. JessicaKumala Wongso (27)

Siapa dia sebenarnya? Nama lengkapnya, Jessica Kumala Wongso (27). Dia anak bungsu pasangan Imelda Wongso dan Winardi Wongso, pengusaha plastik untuk onderdil sepeda asal Jakarta.


Keluarga Jessica, ucap Yudi, hijrah ke Australia pada tahun 2005 dan menetap disana.

Ayahnya bahkan membeli sebuah rumah Sydney. Saat keluarganya pindah tahun 2005, Jessica tetap di Indonesia, sebab dia masih menyelesaikan pendidikan SMA-nya di Jubilee School.

Jessica anak pendiam yang manja. Semasa SMA, dia lebih suka bermain komputer dan menggambar. Makanya begitu tahun 2008 lulus SMA, Jessica memilih menyusul keluarganya ke Australia.

Dia lalu kuliah di Billyblue College Sidney dan mengambil jurusan design grafis. Selanjutnya Jessica menetap selama 7 tahun di Australia, sampai 2015. Namun usai lulus kuliah Jessica kesulitan mendapat pekerjaan tetap di Australia. Dia memutuskan kembali ke Indonesia dan mencari pekerjaan di akhir tahun 2015 ini. Begitu kembali ke Indonesia, Jessica menempati rumah lama keluarganya.  Lokasinya berada di Jalan Selat Banda, J1, Sunter Icon, Jakarta Utara.

Yah, itu profil singkat hasil pencarian google saya. Singkat dan itu aja. Udah gak ada yang lain. Penghargaan? Wujud keberpihankan kepada rakyat? Kontribusi ke indonesia? Jawabannya tidak ada, karena orang biasa namun semuanya terfokus pada duo sianida, sampai hari ini jesica sudah ditetapkan sebagai tersangka atau otak dibalik pembunuhan mirna. Tinggal menantikan hasil di persidangan saja. Tidak sampai 1 bulan proses penangkapan pelakunya. Polisi bergerak cepat menangani kasus ini.

Sekarang kita bandingkan dengan orang yang satu ini. Kasusnya sama, diracun juga namun pemberitaannya berbeda. Dia tokoh besar yang di akui dunia. Berasal dari Indonesia. Saya sebagai orang Indonesia bangga memiliki seperti beliau. Beliau adalah aktifis HAM Munir.

Saya sangat ingat betul dan semoga pembaca juga ingat bahwa pada  7 September 2004, Munir meninggal dunia dalam perjalanan di pesawat menuju Belanda. Perjalanan Munir ke Negeri Kincir Angin itu untuk melanjutkan studi S2 di Universitas Utrecht, Belanda. Mantan Direktur Eksekutif LSM Imparsial itu ditemukan tak bernyawa di kursi pesawat 2 jam sebelum pesawat mendarat di Armsterdam.

Munir yang merupakan salah satu Pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras) serta menjadi Koordinator Badan Pekerja di LSM ini. Di lembaga inilah nama Munir mulai bersinar, saat dia melakukan advokasi terhadap para aktifis yang menjadi korban penculikan rejim penguasa Soeharto. Perjuangan Munir tentunya tak luput dari berbagai teror berupa ancaman kekerasan dan pembunuhan terhadap diri dan keluarganya. Usai kepengurusannya di KontraS, Munir ikut mendirikan Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia, Imparsial, di mana ia menjabat sebagai Direktur Eksekutif.

Atas perjuangannya yang tak kenal lelah, dia pun memperoleh The Right Livelihood Award di Swedia (2000), sebuah penghargaan prestisius yang disebut sebagai Nobel alternatif dari Yayasan The Right Livelihood Award Jacob von Uexkull, Stockholm, Swedia di bidang pemajuan HAM dan Kontrol Sipil terhadap Militer di Indonesia. Sebelumnya, Majalah Asiaweek (Oktober 1999) menobatkannya menjadi salah seorang dari 20 pemimpin politik muda Asia pada milenium baru dan Man of The Year versi majalah Ummat (1998).

Kasus-Kasus Penting yang Pernah ditangani Munir

  1. Penasehat Hukum masyarakat Nipah, Madura, dalam kasus permintaan pertanggungjawaban militer atas pembunuhan tiga petani Nipah Madura, Jawa Timur; 1993
  2. Penasehat Hukum Sri Bintang Pamungkas (Ketua Umum PUDI) dalam kasus subversi dan perkara hukum Administrative Court (PTUN) untuk pemecatannya sebagai dosen, Jakarta; 1997
  3. Penasehat Hukum Muchtar Pakpahan (Ketua Umum SBSI) dalam kasus subversi, Jakarta; 1997
  4. Penasehat Hukum Dita Indah Sari, Coen Husen Pontoh, Sholeh (Ketua PPBI dan anggota PRD) dalam kasus subversi, Surabaya;1996
  5. Penasehat Hukum mahasiswa dan petani di Pasuruan dalam kasus kerusuhan PT. Chief Samsung; 1995
  6. Penasehat Hukum bagi 22 pekerja PT. Maspion dalam kasus pemogokan di Sidoarjo, Jawa Timur; 1993
  7. Penasehat Hukum DR. George Junus Aditjondro (Dosen Universitas Kristen Satyawacana, Salatiga) dalam kasus penghinaan terhadap pemerintah, Yogyakarta; 1994
  8. Penasehat Hukum dalam kasus hilangnya 24 aktifis dan mahasiswa di Jakarta; 1997-1998  [Danjen Koppasus]
  9. Penasehat Hukum dalam kasus pembunuhan besar-besaran terhadap masyarakat sipil di Tanjung Priok 1984; sejak 1998
  10. Penasehat Hukum kasus penembakan mahasiswa di Semanggi, Tragedi 1 dan 2; 1998-1999
  11. Anggota Komisi Penyelidikan Pelanggaran HAM di Timor Timur; 1999
  12. Penggagas Komisi Perdamaian dan Rekonsiliasi di Maluku
  13. Penasehat Hukum dan Koordinator Advokat HAM dalam kasus-kasus di Aceh dan Papua (bersama KontraS)

Dan masih banyak sekali kontribus (alm) Munir dalam penanganan kasus-kasus yang menyangkut pembelaan Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Sipil yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Munir adalah sosok pemberanni dan tangguh dalam meneriakkan kebenaran. Ia adalah seorang pengabdi yang teladan, jujur, dan konsisten. Berkat pengabdiannya itulah, ia mendapatkan pengakuan yang berupa penghargaan dari dalam negeri dan luar negeri. Di dalam negeri, ia dinobatkan sebagai Man Of The Year 1998 versi majalah UMMAT, penghargaan Pin Emas sebagai Lulusan UNIBRAW yang sukses, sebagai salah seorang tokoh terkenal Indonesia pada abad XX, Majalah Forum Keadilan. Semenatara di luar negeri, ia dinobatkan menjadi As Leader for the Millenniumdari Asia Week pada tahun 2000, The Right Livelihood Award (Alternative Nobel Prizes) untuk promosi HAM dan kontrol sipil atas militer, Stockholm pada December 2000, dan An Honourable Mention of the 2000 UNESCO Madanjeet Singh Prize atas usaha – usahanya dalam mempromosikan toleransi dan Anti Kekerasan, Paris, November 2000.

Kasus munir, 11 tahun otak dibalik pembunuhan belum ditemukan, dan sampai sekarang kasusnya begitu-begitu saja. Memang sih sudah ditangkap pelakunya, namun motivasi dan siapa yang menyuruh, itu masih menjadi misteri. Beritanya juga biasa-biasa saja, tidak se-boming duo sianida tuh. Berjasa mana antara duo sianida atau munir? Anda sendiri yang bisa menentukan.

Banyak kok kasus yang serupa di indonesia, Polisi di indonesia memang labil, kadang bisa cepat, kadang bisa lambat. Tergantung kebutuhan dan siapa yang lagi ditangani, membahayakan atau menguntungkan, ah sudah lah, kalau dilanjutkan nanti gak enak, mohon maaf ya jika tulisan yang tidak berguna ini menyinggung perasaan pembaca, ini hanya tulisan santai saja, yang di kerjakan sambil ngopi.

Sekian terima kasih

Comments
To Top
WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com